Bengkalis, centralpublik.com, Tim dosen Jurusan Kemaritiman Politeknik Negeri Bengkalis yang terdiri dari Aprizawati, Bobi Satria, Robyan...
Bengkalis, centralpublik.com,
Tim dosen Jurusan Kemaritiman Politeknik Negeri Bengkalis yang terdiri dari Aprizawati, Bobi Satria, Robyansyah, dan Zusniati melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini mengusung tema “Pemanfaatan Drum Bekas (Incenerator) sebagai Penanda Alur Navigasi yang Ekonomis bagi Nelayan Tradisional.”
Desa Kembung Luar merupakan wilayah pesisir dengan sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan tradisional. Para nelayan umumnya melaut mulai dari sore hingga subuh hari menggunakan kapal kayu. Minimnya fasilitas penanda alur navigasi menyebabkan para nelayan sering mengalami kesulitan saat memasuki alur sungai, terutama pada malam hari ketika kondisi sangat gelap dan hanya mengandalkan lampu senter sorot di kepala.
Situasi tersebut kerap menyebabkan nelayan salah mengambil jalur, melewati tikungan, bahkan menabrak pohon bakau karena tidak adanya penanda yang jelas. Kondisi ini tentu berpotensi membahayakan keselamatan awak kapal dan penumpang.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Bengkalis melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penanda alur navigasi bagi keselamatan pelayaran. Selain itu, tim juga memperkenalkan inovasi pemanfaatan drum bekas incenerator untuk dijadikan penanda alur navigasi yang ekonomis, mudah dibuat, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Ketua tim, Aprizawati, menjelaskan bahwa inovasi ini hadir sebagai solusi praktis sebelum adanya penanda resmi dari Distrik Navigasi.
“Kami melihat kebutuhan mendesak masyarakat nelayan di Desa Kembung Luar terkait keselamatan saat berlayar. Drum bekas dapat dimodifikasi menjadi penanda alur yang efektif dan terjangkau sehingga nelayan dapat memiliki panduan saat keluar dan kembali dari laut,” ujarnya.
Warga Desa Kembung Luar menyambut baik kegiatan ini karena dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan saat kembali ke muara sungai pada malam hari. Melalui kegiatan PkM ini, Politeknik Negeri Bengkalis kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keselamatan pelayaran serta memberikan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir. (EFFENDI BASRI)


COMMENTS